Selasa, 06 Agustus 2013

CARA BERWUDHU YANG BENAR MENURUT RASULULLAH SAW

CARA BERWUDHU YANG BENAR MENURUT RASULULLAH SAW
(Oleh: Budi setiyono)

Bismillahirrahmanirrahim,” Hai orang orang yang beriman , apabila kamu hendak mengerjakan shalat, basuhlah ( cucilah mukamu, tanganmu sampai  ke siku    , usaplah kepalamu dan cucilah kakimu sampai kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka bersucilah (mandilah) . dan jika kamu sakit atau bepergian  atau salah seorang diantara kamu datang dari jamban (buang air)  atau kamu sentuh wanita (setubuh) dan tidak kamu dapati air maka bertayammumlah kamu dengan debu yang bersih yakni usaplah mukamu dan tanganmu dengan debu itu”  “Allah tidak menginginkan kesempitan kepadamu, tetapi hendak mensucikan kamu dan menyempurnakan ni’mat Nya kepadamu, supaya kamu bersyukur.”( Q.S. Maidah:6 ).
Apabila kamu hendak berwudhu, maka bacalah: “Bismillahirrahmanirrahim”  1. dengan mengikhlaskan niatnya karena Allah, 2. dan basuhlah telapak tanganmu tiga kali, 3. gosoklah gigimu dengan kayu arok atau sesamanya, 4. kemudian berkumurlah dan isaplah air dari telapak tangan sebelah dan berkumurlah , kamu kerjakan yang demikian tiga kali,5. dan sempurnakanlah dalam berkumur dan menghisap air itu, apabilah kamu sedang tidak berpuasa, 6. kemudian basuhlah mukamu tiga kali, 7. dengan mengusap dua sudut matamu, 8. dan lebihkanlah membasuhnya, 9. dengan digosok, 10. dan selai selailah janggutmu, 11. kemudian basuhlah (cucilah ) kedua tanganmu beserta kedua sikumu dengan digosok tiga kali, 12. dan selai selailah jari jarimu, 13. dengan melebihkan membasuh kedua tanganmu mulai tangan kanan, 14. lalu usaplah ubun ubunmu dan atas surbanmu ,15. dengan menjalankan kedua telapak tangan, 16. dari ujung muka kepala sehingga tengkuk dan dikembalikan lagi pada permulaan,17. kemudian usaplah kedua telingamu sebelah luarnya dengan ibu jari dan sebelah dalamnya dengan kedua telunjuk, 18. lalu basuhlah kedua kakimu beserta kedua mata kaki, dengan digosok tiga kali, 19. dan selai selailah jari jari kakimu dengan melebihkan membasuh keduanya, 20. dan mulailah dari yang kanan ,21. dan sempurnakanlah membasuh  kedua kaki itu, 22. kemudian ucapkan.” Asyhadu allah-ila-ha illallah wahdahu- la—syari-kalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa- rasuluh” 
Mengusap kedua Khuf (sepatu).  Dan usaplah kedua khuf atau sesamanya sebagai pengganti membasuh (mencuci) kedua kaki dalam wudhu 23. untuk tiga hari dalam perjalanan dan satu hari dalam waktu tidak bepergian, selama tidak emembuka keduanya, sedang waktu memakainya diwaktu suci (belum batal wudhunya).

NILAI KEBENARAN

NILAI KEBENARAN
(Oleh: Budi Setiyono)

Dan Katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap".
Kebenaran identik dengan realita, maksud pernyataan itu bahwa kebenaran selalu dikaitkan dengan realita. Dalam bahasa  hukum duniawi seorang  jaksa penyidik selalu bermain main dengan bukti realita ketika dia menangani sebuah kasus, seseorang divonis bersalah apabila dia nyata nyata terbukti telah melakukan kejahatan, bila mana orang tersebut tidak dapat menunjukkan bukti tidak bersalah dengan alibi apapun.  Sebaliknya orang yang benar dan tidak bersalah akan berubah status hukumnya jadi bersalah dan menjadi terdakwah bila dia dapat terbukti bersalah sekalipun alibi tersebut dibuat buat.    Itulah fenomena kebenaran didunia yang saat ini terjadi dimasyarakat kita.  Nilai-nilai kebenaran sesungguhnya hanya sebagai sandiwara saja.  Umat manusia khususnya di negara ini sudah tidak peduli pada kebenaran, mereka sangat pintar dan cerdas membolak-balikkan kata, apapun kejahatan yang telah di lakukan itu dianggap sudah biasa, serta tidak tabuh dalam berbohong. Lebih-lebih bila kejahatan itu berjamaah dan terorganisasi, maka kebenaran akan sirna diterpa hembusan kata kata bohong. Didunia ini kata-kata dapat berubah sejalan dengan situasi dan kondisi yang dikendaki dalam pernyataan kesaksian, maka perlu kiranya strategi untuk memerangi orang orang fasik seperti itu.  Sebagaimana pernyataan Ali bin Abi Thalib: “Kebenaran yang tidak terorganisasi dengan baik, akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi secara rapi”
Mencermati pernyataan tersebut diatas dan kenyataan yang terjadi dimasyarakat sungguh menarik, karenanya perlu mendapat perhatian dari umat islam yang beriman, khususnya sebagai kelompok umat yang mendapat amanah Allah swt untuk senantiasa menebarkan dan mempertahankan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran dalam kehidupan umat manusia secara menyeluruh.  Karena itu Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imron : 110 yang artinya sebagaimana di bawah ini:
“ kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”   
Namun untuk melaksanakan  pernyataan Allah  tersebut  dalam kehidupan ini tidak dapat berdiri sendiri karena itu dalam mengamalkannya perlu difikirkan dan diperjuangkan dalam tatanan yang rapi dan teratur.  Memperjuangkan kebenaran diperlukan perencanaan yang matang, tahapan, dan skala prioritas yang jelas, serta didukung oleh kelompok umat yang berkualitas.
            Dalam realita kehidupan sehari hari yang kita saksikan sekarang, betapa kemungkaran, kebohongan, kesaksian palsu, serta kebathilan telah merajalela dan mendominir hampir didalam semua sektor kehidupan.  Semua itu ter-cover  dan dikemas serta dikelola dengan rapi, sehingga seolah olah merupakan  sebuah legalitas keniscayaan dalam kehidupan moderat tanpa cacat sedikitpun. Mereka melakukannya dengan sadar serta mematikan hati nuraninya tanpa  merasakan  apa itu dosa, demi mencapai sebuah jabatan yang sarat dengan harta duniawi, serta gengsi status sosial.
Secara plural masyarakat banyak yang terpengaruh oleh nilai-nilai kemungkaran, kebohongan, kesaksian palsu, serta kebathilan yang sudah merasuk dalam dirinya, semisal antar teman saling memfitnah dengan menyampaikan dan menyebarluaskan kejelekkannya dengan motif pembunuhan kharakter (Charracter Assasinations) agar tidak merecoki jabatan yang diembannya.  Terlebih akan menhabisi atau menyingkirkan satu sama lain  dengan tujuan agar dapat leluasa mengkorup keuangan disuatu instansi atau lembaga dia bekerja, serta menutup kasus-kasus kejahatannya dengan mengekspos diri melalui tulisan tulisan  di media masa agar terbentuk opini bahwa dia orang yang suci, bersih, dan tidak berdosa apapun yang dia pernah lakukan. Terlebih  masyarakat kita mudah melupakan apapun kesalahan dan kebathilan yang terjadi pada diri orang lain.  Berapa banyak kebenaran telah dikhianati oleh manusia-manusia rakus seperti itu. Oleh karena itu marilah kita tentang , dan kita perjuangkan dengan do’a dan upaya yang terorganisir agar semua bentuk kebathilan, di negara ini dan di lembaga lembaga serta ditengah tengah masyarakat kita untuk tetap mempertahankan kebenaran  sebagaimana ayat tersebut di atas :“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. Semoga Allah SWT segera menghancurkan musuh-musuhNya dan musuh orang –orang yang taat padaNya. Amin

SYARAT TERKABULNYA DO’A

SYARAT TERKABULNYA DO’A
(Oleh: Drs. Budi Setiyono)

“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku*akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".*( Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku)  .(Al-Mu’min : 60)
PEMAHAMAN  TERKABULNYA DO’A
Do’a merupakan senjata yang paling ampuh sebagai  kunci kebutuhan, penghibur orang orang miskin, perlindungan bagi orang orang yang terjepit, dan obat hati bagi orang yang dikejar kebutuhan.  Perlu  diketahui bagi umat Islam yang taat dan paham tentang kehidupan dunia dan akhirat , maka dia akan selalu mengingat Allah SWT  dalam Keadaan apapun.  Namun sebaliknya orang orang yang ingkar pada Allah dia akan selalu menyombongkan dirinya untuk tidak meminta-minta pada Allah, dan dia juga akan selalu membangga banggakan setiap hasil kerjanya atau usahanya dengan penuh kecongkaannya.  Sebenarnya setiap perlakuan yang dihasilkan tanpa disadari terdapat  campur tangan dan seijin  Allah SWT, bukan hasil kerjanya semata-mata.
            Terkabulnya do’a-do’a itu harus dipahami bagi seorang muslim yang didalam do’a itu tidak terdapat unsur-unsur dosa, dan memutuskan kekerabatan sehingga ada kemungkinan bahwa do’a itu akan dikabulkan di dunia, mungkin juga di tangguhkan sampai di akhirat nanti sebagai imbalan pahala,  dan yang paling kita lalaikan bahwa do’a–do’a kita berwujud keselamatkan atau dihindarkan dari kejelekan di dunia .  Bila kita pandai bersyukur  dan memahami hikmah dalam setiap kejadian  itu sebenarnya do’a-do’a kita yang di kabulkan Allah dalam versi  Nya
            Sebagai makhluk, kita semua ini lemah tidak ada daya upaya atas dunia dan akhirat, oleh karena itu bila kita mengingat kejadian manusia setelah dilahirkan kedunia kita tidak mempunyai apa apa dan lemah tidak berdaya secara fisik maupun secara mental. Di alam kandungan selama Sembilan bulan Allah menyediakan makanan melalu tali plasenta didalam perut ibu, kemudian di alam dunia  kita diberi makan  melalui air susu ibu yang disediakan oleh Allah juga, pakaian dan semua makanan  yang ada di dunia ini milik kita dari Allah dengan segala kasih sayang Nya, maha suci Allah. Dalam HR. Tirmidzi/iskat: 2251, Rasuullah SAW bersabda: “ Hendaklah salah seorang di antara kamu meminta kepada Tuhannya akan semua kebutuhan-nya, sampaipun hendaknya ia meminta kepada Nya tentang tali sepatunya yang putus”

INDIKATOR TERKABULNYA DO’A KITA
          Selain Shalat yang didalamnya juga terdapat do’a do’a formal kepada Allah, ada yang disebut Dzikir atau do’a,  banyak  terdapat dalam Al-Qur’an dan hadist, yang harus kita lakukan sebagaimana yang dilakukan dan di contohkan Oleh Rasulullah Muhammad SAW.  Adapun keinginan setiap umat agar permohonan do’a itu mudah terkabul dan disegerakan.  Do’a akan  dikabulkan dapat   dlihat dengan syarat, yang pertama,  makanan yang kita konsumsi setiap hari harus halal secara perolehan maupun sifat-sifatnya. Ini dijelaskan dalam  HR. Muslim dan Tirmidzi, sebagai berikut:” Hai manusia ! Sesungguhnya Allah itu baik, Ia tidak mau menerima melainkan yang baik, dan sesungguhnya Allah menyuruh orang-orang mukmin sebagaimana Ia menyuruh para rasul, yaitu Ia berfirman:” Hai para rasul ! Makanlah dari yang baik-baik, dan berbuatlah kebajikan, karena sesungguhnya AKU Maha mengetahui apa yang kalian perbuat”. “ Dan Ia juga berfirman” Hai orang-orang yang beriman ! makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah KU anugerahkan kepadamu”. Kemudian Nabi menuturkan  cerita seorang laki-laki yang datang dari tempat jauh, rambutnya tidak terurus, badannya penuh debu sambil menadahkan tangan nya kelangit memohon kepada Allah: “Ya Robbi, yaa robbi, ya Tuhanku, ya Tuhanku sedang makannya haram, minumannya haram, dan diberinya makan dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin do’anya itu akan dikabulkan?”
Kedua,  bila kita memohon dan berdo’a  harus  tidak minta untuk disegerahkan dan tidak bosan atau berhenti untuk berdo’a, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “ Seseorang di antara kamu akan dikabulkan do’anya, selama ia tidak minta disegerakan, yaitu ia mengatakan: aku sudah berdo’a, tetapi (mengapa) belum juga dikabulkan.”  Bila kita tela’ah hadist tersebut sebenarnya Allah sedang menguji kita yang bermohon melalui do’a, apakah dengan penuh ketekunan kita beribadah kepada Nya, atau dengan kesabarannya itu semua hanya Allah yang mempunyai hak prerogative  dikabulkan atau tidak do’a kita. Selanjutnya: “ Senantiasa manusia akan dikabulkan do’anya, selama ia tidak berdo’a dengan dosa atau memutuskan kekeluargaan, dan selama ia tidak minta disegerakan.  Rasulullah Saw, ditanya, Apakah yang dimaksud disegerakan itu, ya Rasulullah? Rasulullah menjawab: “Yaitu ia berkata: aku sungguh sudah berdo’a, tetapi mengapa aku belum melihat (tanda-tanda) dikabulkannya? Lalu ia payah/bosan sesudah itu dan meninggalkan berdo’a.”
Ketiga bila  kita berdo’a kepada Allah hendaknya dengan hati yang merendah, maksudnya tidak menyombongkan diri atau tawar menawar seolah olah tidak butuh, dan tidak terkesan bahwa memohon itu memerintah Allah Swt. Dalam QS.Al-A’raaf:55) yang artinya sebagaimana tersebut di bawa ini:
  
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.)
Keempat,  berdo’a itu harus selalu optimis dan dengan penuh keyakinan bahwa do’a kita senantiasa akan dikabulkan oleh Allah Swt. Di samping itu ucapan dan ungkapan permohonan do’a itu hendaknya yang kongkrit, jelas dan specific, Sebagaimana dalam hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh HR Muslim dan HR Bukhari, yang artinya sebagai berikut: “ Apabila seseorang diantara kamu berdo’a, maka janganlah mengatakan: Ya Tuhan ! ampunilah aku bila engkau suka, ya Tuhan ! kasihanilah daku , bila engkau suka. Tetapi hendaklah ia mengkonkritkan permintaannya itu, karena sesungguhnya Allah berbuat sesuka-Nya, tidak ada orang yang bisa memaksa Dia” “Apabila kamu berdo’a kepada Allah, maka pastikanlah dalam berdo’a itu.”
Kelima,  setiap berdo’a hendaklah dengan menggunakan dan menyebutkan salah satu  dari Asma’ Allah yang 99 itu.  Karena ada perintah dari Al-Qur’an  dalam Surat Al-A’raf:180 artinya tersebut:
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna*, Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya*. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.(Maksudnya: Nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah). (Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan Nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asmaa-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk Nama-nama selain Allah).
Yang terakhir permohonan do’a itu hendaklah dikerjakan dengan penuh rasa takut kepada Allah dan bersungguh-sungguh ingin dikabulkan, dengan penuh kekhusyukan serta sopan, sebagaimana dalam QS. Al-A’raf: 56 artinya:
“Dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi gharib/ Misykat: 2241 juga menjelaskan agar do’a itu dikabulkan Rasulullah bersabda sebagaimana dibawa ini: “ Berdo’alah kamu kepada Allah sedang kamu berkeyakinan akan dikabulkannya do’amu itu; dan ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan do’a yang keluar dari hati yang lalai dan bermain-main.”
Terkabulnya do’a-do’a kita selalu tergantung  dengan  kesungguhan diri kita  dalam memohon kepada Allah . Indikator terkabulnya do’a ini akan dapat memahamkan diri kita setiap  hendak berdo’a,  Selama ini sebagian banyak umat islam berasumsi, bila berdo’a selalu bertawashul kepada para waliullah yang sudah wafat yang semasa hidupnya sebagai  orang suci yang   dekat pada Allah,  mereka menganggap bahwa  dirinya sendiri tidak layak untuk meminta karena kotor dan banyak dosa. Sehingga setiap hendak berdo’a selalu disebut agar mudah dikabulkan oleh Allah.  Perbuatan itu harus  tidak dilakukan lagi bagi orang orang yang mau berfikir  karena tidak ada tuntunan dari Rasulullah Saw.

MENYOAL SIDANG ISBATH DENGAN IPTEK

Menyaksikan Sidang Isbath dalam penentuan awal Ramadlan 1433 H pada 19 Juli 2012 yang diselenggarakan oleh kementerian Agama melibatkan organisasi-organisasi Islam selain MUHAMMADIYAH sangat menarik untuk dikaji. Kementerian Agama telah menyepakatkan bersama-sama peserta sidang bahwa Awal Ramadlan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012 dengan dalih karena tidak melihat hilal walaupun ada kelompok Al-Najat berhasil melihat hilal di Cakung Jakarta Utara yang terulang setiap tahunnya seperti tahun tahun sebelumnya dalam penentuan Idul Fitri, sehingga Muhammadiyah sebagai kelompok orang orang yang rendah hati , santun, dan cerdas  tidaklah perlu menghadiri sidang tersebut karena sudah tahu jawabannya. Anehnya sidang tersebut tanpa didasari dengan adu Argumentasi diantara para orang yang bersidang, mereka hanya menyatakan  kehadiran sebagai partisipan, terus menyepakatkan diri bersama-sama ulil amri, dalam hal ini Kementrian Agama RI. Sebagai Bangsa dan Bagian dari Negara, sebagai umat Islam yang sangat prihatin dan peduli, Saya menghimbau dan untuk lebih dewasa, bijak dalam berfikir menyikapi semua ini agar tidak terjadi perpecahan umat, khususnya umat Islam. Kita semua hendaknya bertanggung jawab atas sebuah Kebenaran, bukan pencitraan. Buat Warga Muhammadiyah dan Umat Islam yang lain hendaknya kita tetap berpegang dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist bila melihat, mengetahui, dan terjadi perbedaan diantara kita. Buat MUHAMMADIYAH MOHON UNTUK SEGERA BERIJTIHAD dengan mengumpulkan para pakar Technologynya untuk membuat Sebuah TEROPONG BINTANG DAN BULAN DENGAN ENERGI INFRA MERAH ATAU YANG LAIN YANG LEBIH CANGGIH MERAH  untuk membutktikan bahwa methode Hisap dan Rukyat untuk melihat hilal tidak berbeda dan tidak ada penyimpangan.  Sebenarnya kalau kita menyadari pada Zaman Rasulullah kondisi Alam semesta selain masih bersih juga terang benderang sehingga mata telanjangpun mampu melihat bulan dengan jelas hanya awan yang menutupi dibagian- bagian disuatu tempat  tertentu,  yang pernah dilihat oleh seorang penggembala domba, juga orang kafirpun Nabi Muhammad saw, percaya dan menyuruh mengumumkannya kepada umat Islam seluruh daerah tersebut.  Nah,... kalau kita mencontoh Rasulullah Insyaallah di Indonesia tidak akan terjadi fenomena seperti itu, terlebih yang telah melihat Hilal itu Saudara kita yang telah di sumpah oleh Hakim dibawah  atas nama Allah swt, Saudaraku seiman cobalah perhatikan Alam Semesta ini, khususnya Alam sekitar kita saat ini, yang telah banyak PENCEMARAN dari berbagai unsur yang pasti udara dan langit Allah ini kotor oleh Partikel-partikel yang mau gak mau dipastikan dapat menutupi pandangan kita. AYO MUHAMMADIYAH SEGERA WUJUDKAN PEMIKIRAN KITA NISCAYA ALLAH SWT. AKAN MEMBERI PETUNJUK DAN MEMUDAHKANNYA UNTUK KEBESARAN ISLAM DAN KESATUAN UMAT ISLAM, SEMOGA.

KEUTAMAAN ISTIGHFAR DALAM KEHIDUPAN

KEUTAMAAN ISTIGHFAR DALAM KEHIDUPAN

Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,  niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.  mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah? ( Q.S.71:10-13)
Perjalanan hidup setiap umat manusia selalu dan tidak pernah lepas dari kesulitan dan kerumitan.  Melalui kehidupan di era  seperti  saat ini sangat rentan dengan kekerasan dan ketidak pedulian terhadap sesama, di dunia kerja setiap orang saling sikut, memfitnah  dan menjatuhkan satu sama lain serta tingkat kepentingan diri  sangat egois telah merambah dalam fikiran dan hati mereka.  Bahkan tidak sedikit orang-orang yang mengatakan  beriman dan juga shalat  masuk dalam kelompok golongan manusia serakah.  Apa dampak dari  fenomena  seperti ini ?
            Dari sisi orang yang tertindas sebagai korban, dia akan berputus asa karena tidak punya skill kehidupan yang lain.  Muncullah prilaku jahat untuk saling balas dengan cara-cara yang sama hanya untuk sebuah posisi  dan kursi empuk yang sarat dengan korupsi.  Sementara dari sisi pelaku yang menindas akan semakin  ganas dan jahat untuk benar-benar menghabisi  saingannya itu.  Dampak lain yang terburuk kesulitan ekonomi pasti terjadi, karena dengan perolehan penghasilan yang sangat minim sementara biaya keperluan hidup sehari-hari, harga- harga  kebutuhan,  semakin  tinggi.  Lantas apa yang harus kita lakukan ?
            Refleksi diri dan introspeksi diri itulah yang harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan dan kerumitan hidup yang sangat kompleks Setelah iitu pengakuan diri yang tulus atas semua prilaku yang dilakukan selama ini bahwa kita kurang beristighfar kepada Allah swt. Dan kurang percaya atas kebesaran-Nya.  Dalam Ayat tersebut di atas benar benar  petunjuk dari Allah swt yang sangat sempurna untuk mengeluarkan kita semua dari segala kesulitan dan kerumitan hidup “'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,  niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.  mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?”  ( Q.S.71:10-13)
            Dari pengalaman hidup di atas termasuk kita semua yang hampir selalu dihadapkan pada suatu persoalan  yang sulit dan rumit dalam kehidupan ini, baik untuk personal, bangsa, dan negara hanya ada satu jalan menuju pintu keluar yang tertutup rapatpun akan terbuka lebar dengan menggunakan kunci “Istighfar”   Setidaknya ada lima simpulan keutamaan Istighfar yang kita pahami, antara lain,
            Pertama, beristighfar dengan kesadaran dan ketetapan hati sengaja untuk mengingat serta selalu mendekatkan diri kepada Allah swt.  Sebagaimana dalam Q.S(2):152 yang artinya: ”karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu (aku limpahkan rahmat dan ampunan-Ku kepadamu ). ,dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. 
            Kedua, Membiasakan istighfar  dijamin oleh Nabi Muhammad saw untuk selalu dimudakan oleh Allah dalam segala urusannya, sebagaimana Sabda beliau, “Siapa yang membiasakan Istighfar, maka Allah selalu memberikan jalan keluar bagi setiap kesempitan hidupnya, memberikan kemudahan bagi setiap kesulitannya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud) Ampunan Allah adalah awal  pembuka pintu-pintu langit yang disusul dengan berbagai karunia dan rahmatNya yang tak terhingga.
            Ketiga, Dengan ber-istighfar kita akan dijauhkan dari murka  dan azab Allah swt. Sebaliknya  Allah akan sangat murka pada orang yang tidak mau ber-istighfar . (Q.S. Al-Anfal :33)
 dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun
Ampunan Allah swt .menandai  hilangnya murka-Nya kepada hamba-hamba-Nya dengan kata lain berarti hamba-Nya disayangi dan pasti akan diberi apapun yang diminta oleh hamba-Nya.
            Keempat, dengan beristighfar  akan dijauhkan dari godaan setan dan sejenisnya. Menurut Ibn-al-Jauzi, setan atau iblish itu membinasakan anak adam dengan tipu daya  berbuat  dosa, namun mereka membinasakan aku dengan “beristighfar” dan mengucapkan “la ilaha illa Allah” .  Jika setiap muslim mau beristighfar dengan ikhlas dan sepenuh hati, niscaya setan pasti menjauh darinya, dan hati menjadi jernih.
            Yang terakhir, Istighfar merupakan amalan utama para Nabi dan Rasul, bahkan nabi Muhammad saw, yang nyata-nyata manusia yang ma’shum - terpelihara dari dosa - dan mendapat jaminan dari Allah swt. Masuk surga, tetap  beristighfar lebih dari seratus kali dalam sehari semalam.  Contohnya Nabi Adam as yang tertulis dalam
Q.S.Al-A’raf : 23. Yang artinya : "Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. 
            Dengan beristighfar maka persoalan hidup yang rumit  sekalipun bukan suatu hal yang tidak dapat diselesaikan, maka mulailah dengan Istighfar kita amalkan sebagai senjata yang paling ampuh untuk amalan sehari hari agar kita mengenal siapa diri kita ini yang sesungguhnya.  Mengakui atas kebesaran , keagungan, dan kemuliaan  Allah merupakan solusi terbaik untuk membranding diri pada tingkat ketaqwaan yang paling tinggi atas prilaku manusia sombong, sesat, dan syirik, dll yang menjadikan murka Allah.  Mari kita mulai beristighfar  untuk memohon datangnya rahmat dan ridho Allah sebagai hamba yang taat agar didatangkan hujan yang penuh rahmat dan barokah untuk kehidupan umat, bukan laknat Allah yang berupa banjir bah longsor, dan lahar.  Mari kita beristighfar  untuk menyongsong datangnya rezeki yang berupa ekonomi halal dan toyibah  yang memakmurkan  umat, bukan sebaliknya kerakusan segolongan umat yang kenyang dengan korupsi, sementara umat yang lainnya memungut makanan dari tong-tong sampah  dan belas kasih dari sisa makanan  orang lain.   Mari kita terus dan terus beristighfar  untuk menyambut datangnya ampunan Allah berupa pemberian generasi yang kuat dan baik  serta amanah dalam  mengemban khalifah di bumi Indonesia ini, bukan generasi yang rusak yang sarat dengan kemunafikan dan  keserakahan .  Ya Allah ampunilah dosa-dosa ibu bapak kami, dosa-dosa kami , dosa-dosa para pemimpin kami yang selalu lalai, selalu bohong, selalu berbuat jahat terhadap makhluk ciptaan-Mu yang lain, tidak ada tuhan selain Allah robbal Alamin. Ya Allah bukakan pintu-pintu rahmat-Mu , jadikanlah aku kekasih-Mu dan  hanya kepada-Mu ya Allah kuserahkan segala urusan duniaku, dan tempatkanlah aku kelak di syurga yang indah itu Amin.

SAINS DAN TEKNOLOGI JIWA DALAM MENCAPAI TAQWA

Hai orang-orang beriman, jika kamubertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan [Artinya: petunjuk yang dapat membedakanantara yang haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagaipertolongan.]. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, danmengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Q.S:8:29)


 Islam adalah  agama yang sangat sempurna dalam pandangan alQur’an, dan umat Islam  bila  mau mengikuti Al-Qur’an  itulah sebenarnya Akhlaq Rasulullah Muhammadsaw. Pada persoalan yang sangat mendasar sudah digariskan untuk mengikuti Perintah dan Larangan Allah. Karena Allahmemberikan Jaminan bahwa Al-Qur’an itu tidak ada keraguan sedikitpun, sebagaipetunjuk bagi siapapun yang bertaqwa (Q.S:2:2) sedangkan taqwa itu adalah suatuperbuatan yang paling Mulia. Oleh karenanya seruan bagi orang orang yang berimanhendaklah berbekal untuk mempelajari dan memahami Al Qur’an, yaitu bagi  orang orang yang berakal agar bertaqwakepada  Allah dengan sebenar benar taqwa.Orang yang bertaqwa sesuai dengan perintah Allah niscaya akan memperolehhidayah Al-Fuqaan. Sebagaimana pernyataan Allah didalam ayat yang telah sayasebut di awal tadi.
                Sebagai umat yangberiman kita semua ingin meniru Rasulullah, ingin menjadi Muttaqin dengansegala upaya serta usaha, ada yang mampu dan ada yang tidak mampumengupayakannya, Sulit dan Mudah lantas apa yang membuat semua itu sulit danapa yang membuat hal ini mudah? Pertanyaan inilah yang memgelitik didalam Qolbukita.  Secara  keilmuan tentang qolbu baru baru ini banyak di perbincangkan dilingkungan para pakartentang  letak qolbu yang berada didalam  kepala yaitu yang dikenal dengan “otak” , tidak lama lagi muncul   penemuan dari seorang pakar kejiwaanyang bernama:Prof. Muhammad Umar Salem,menyatakan  bahwa Qolbu ada di dalam Jantung ( The Brain in The Heart ) karenadidalam jantung terdapat beberapa jenis Neurons sebanyak 40.000 neurons yangdisebut sensory neurites, terdiri dari neuronstransmitters, proteins, dandukungan cells  (Armour,1991) yang samadengan  neurons dalam otak. Cara kerjanyaInformasi yang  dari jantung meliputiindra perasa (feeling sensations) yang di kirim ke otak, dimana merekamempengaruhi persepsi, mengambil keputusan, melalui system syaraf tak sadarmereka bekerja sendiri.  Sebuah contohkasus yang telah terjadi bahwa peristiwa heart transplant, yang mana pemilikjantung dulunya peminum alkohol ternyata orang yang mendapatkan jantung barubukan peminum menjadi peminum alcohol, yang lebih menarik lagi orang baru dioperasi heart transplant selalu menyebut sebuah nama, sehingga para professordan dokternya  heran, terdapat suatukeanehan pada diri orang tersebut, akhirnya Dokter tersebut mengundang Polisidan oleh polisi orang tersebut diinterogasi ternyata dia meninggal dunia karenaterbunuh, kemudian polisi tersebut berhasil menangkap pembunuh orang pemilikjantung tersebut.
Fenomena semacam ini yang menjadi persoalan  adalah masalah Jiwa, bukan letak qolbu itu diJantung atau di kepala, bukan membahas keberadaan secara  materi tentang  qolbu. Sesuai dengan topic Sains danTeknologi Jiwa dalam mencapai Taqwa. Makna dari istilah Sains adalah pengantarilmu pengetahuan untuk mengetahui, mengungkapkan sesuatu dengan cara cara yangjelas dipahami, sementara Teknologi adalah sarana, cara, jalan,  teknik, atau method agar memudahkan  seseorangmencapai tujuan. Taqwa artinya orang yang beriman dan taat kepada Allah untukmenjalankan perintah dan larangan-Nya dengan penuh kesadaran serta ikhlas.

SAINS DAN TEKNOLOGI JIWA
Masalah jiwa adalah masalah perasaan yang mampumerasakan sesuatu dan menyadari adanya realita diri, Lingkungannya dankeberadaan serta Peran Allah.  Secarahakekat Jiwa itu bebas dan tak terbatas, namun kebebasan dan tak terbatasnyaJiwa selalu cenderung memilih yang enakenak saja, selalu menghindari kesulitan dan tidak mau istiqomah artinyamudah berubah ubah karena sebuah kesulitan itu dianggapnya sebuah ancaman.Inilah yang disebut dengan masalah Pleasureprinciple  (Tuhibbunal malahubbanjamma) sebaliknya RealityPrinciple sebagai pembeda yaitu kesulitanitu adalah harga mati untuk memperoleh yang Haq sehingga istilah No pain No Gain , yang disebutkan dalamQS. 94:5   karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudahkesulitan itu ada kemudahan.
yaitu sebagai realita kesulitan dalam kehidupan ituadalah sebuah tantangan untuk memotiasi diri dalam mencari yang Haq. Biasanyaterjadi dialog bathin untuk memenangkan mau yang enak atau yang benar dandiridhoi Allah swt, terjadilah suatu konfliq jiwa, muncullah istilah (TNKTB) Tidak Nyaman Kalau Tidak Begitu. Sulitkeluar dari Zona Nyaman yang selalu terikat pada yang Enak walau Salah danmelanggar Aturan Allah.   Dan engganmenempuh jalan mendaki. Sebenarnya sulit itu hanya awalnya saja selanjutnyabila istiqomah akan mudah. 

MENCAPAI TAQWA
Dalam mencapai taqwa Manusia hendaknya selalumenggunakan akal sehatnya, karena tidak mudah seseorang mengatakan aku telahberiman, sebelum Allah mengujinya. Ujian itulah sebuah kesulitan yang harusdisadari melalui perlakuan diri masing masing pribadi. Dari segumpal dagingdalam diri  seseorang   terdapat dua pilihan, yaitu baik dan buruk,bilamana dominan yang buruk maka buruklah orang itu dan bilamana dominan yangbaik maka baiklah orang itu.  Sebagaibahan diskusi dan dapat digunakan untuk menganalisa serta mengatasi tentangkeberadaan jiwa kita dengan cara realistic objective yang proporsional, yaitumemilih jalan Pleasure Principle atau Reality principle. Mari kita lihat sebuahkasus maraknya prilaku Korupsi, apakah Realityprinciple dapat mengendalikanPleasurePrinciple? Dalam hal ini untuk mendapatkan rezeki bagi Pejabat, KepalaSekolah, dengan jalan gampang dapat diperoleh uang jutaan dan miliaran rupiahyang tidak lebih dari hitungan jam, menit, dan detik. Enak bukan, namun secararealita seorang tukang becak untuk mendapatkan uang sepuluh ribu rupiah diaharus mengayuh becaknya dengan bercucuran keringat, seorang guru yang jujuruntuk mendapatkan uang perjam pelajaran dua puluh sampai tiga puluh ribu rupiahdia harus belajar malam hari untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan.Contoh lain dalam beribadah puasa sementara semua umat Islam yang beriman pastiberpuasa sesuai tuntunan, dalam realityprinciple orang tersebut mencari tantangan untuk menahan diri dan tidakmudah menyerah walau merasa lapar dan haus dan selalu melakukan aktifitas yangterkait dengan nilai nilai akhlaq nabi serta istiqomah untuk mendapatkanpahala. Namun dalam Pleasure Principleada juga yang  hanya ikut shalat tarawisaja tanpa berpuasa, puasanya hanya pembuka dan penutup sampai satu bulan terusikut Shalat idul Fitri. Siapa yang berhak mendapatkan jiwa taqwa? Nah mudahmudahan  nasehat ini bermanfaat bagi dirisaya dan keluarga serta saudara saudara yang seiman.

PARA PENYERU KE NERAKA


Dari Hudzaifah ibn al-Yaman RA, dia berkata: Adalah para sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad saw, tentang yang baik baik saja, sedang aku bertanya kepada beliau tentang yang jelek, karena takut kejelekan itu menimpakau. Kataku: Ya Rasulullah,dahulu kita hidup dalam kebodohan dan kebobrokan, lalu Allah mendatangkan keindahan, maka apakah sesudah keindahan ini akan bobrok lagi? Beliau menjawab: Ya, Pintaku: Tapi apakah sesudah bobrok itu akan membaik kembali?; Beliau menjawab: Ya, tapi di sana ada kabut yang menyelubungi. Tanyaku: Kabut apa itu? Beliau menjelaskan: Ada orang yang memberikan petunjuk, tanpa dasar petunjuk dari Allah, di satu sisi engkau melihat seoerti ada benarnya, tapi disisi lain engkau mengingkarinya, Kataku:
Lalu, apakah sesudah kebaikan seperti itu akan terjadikebobrokan lagi? Beliau menjawab: Ya, engkau akan menjumpai ada orang orang yang mengajak ke neraka, siapa yang mau memenuhi panggilan mereka, niscaya mereka akan mencampakkannya kejurang neraka itu. Pintaku:Ya Rasulullah tolong jelaskan Identitas Mereka ini? jawab Beliau: Oh, mereka itu dari darah daging kita sendiri, mereka berbicara dengan menggunakan bahasa kita juga. Kataku:Ya, Rasulullah, kalau aku menjumpai keadaan seperti itu apa yang engkau suruhkan kepadaku? Beliau menjawab: Menyatulah dengan barisan kaum muslimin dan imam mereka. Bantaku: Kalau mereka tidak bersatu dan tidak punya imam bagaimana? Beliau menjawab: Tinggalkan semua golongan yang ada, sekalipun engkau akan menggigit seutas akar sampai engkau mati bertahanlah pada posisi itu.( H.R. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Apakah kondisi umat Islam sudah terjadi seperti pada Zaman ini didunia arab dan Indonesia ???, Tentunya YA Umat Islam bercerai berai, Tapi ingat Pribadi kita harus bertahan pada posisi IMAN yang KOKOH Berdakwah TETAP Jalan, walau sampai ajal menjemput.Lantas Bagaimana dengan Shohib....yang mengaku beriman kepada Allah dan RasulullH....???