Tampilkan postingan dengan label EDUCATION. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EDUCATION. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

MENYAMBUT TAHUN BARU ISLAM

Menyambut tahun baru Islam dengan sebuah renungan adalah upaya awal kita untuk menyadari tentang kita sebagai umat yang beriman, dan bertaqwah kepada Allah swt. Mari kita refleksi diri kita masing masing sebagai seorang Hamba Allah. sampai seumur ini adakah hal hal yang manfaat yang pernah kita lakukan untuk siar, dakwah, dan tauladan yang berkarakter Islam atau sebaliknya ketidak pedulian kita terhadap diri sendiri dan orang lain. sebagaimana kehidupan ini penuh dengan hiruk pikuk kemaksiatan berlalu lalang di depan kita, masyaallah ini saudaraku kenyataan yang ada di negeri ini. Mulailah dengan diri kita untuk mengikuti jejak Rasulullah ketika berhadapan dengan kaum musrik dan kafirin pada saat itu Beliau mendapat perintah dari Allah untuk berhijriyah dari makkah ke madinah. Bagi diri kita hijrah ini merupakan isyarat bagi kaum Muslimin saat ini untuk menunjukkan jati diri Muslim sejati terhadap kaum musrikin dan kafirin modern yang telah menjarah dan menjajah hati dan fikiran kaum mudah, dan orangtua muslim muslimah melalui mode dan trendy sehingga pemandangan Akhlaq yang tidak terpuji bertebaran dimana mana dan dimana mereka menjadi/menjabat apa. Hanya kesempatan inilah mari kita berhijrah dari sesuatu yang buruk kesesuatu yang lebih baik, dan bagi saudara saudaraku yang seperjuangan yang merasa sudah baik marilah kita tingkatkan amal kita agar lebih dan lebih baik lagi agar Allah swt Ridho atas bangsa dan negeri tercinta ini karena baik buruk Akhlaq umat di negeri ini akan menentukan Baik dan buruknya negeri ini. Maju dan Mundurnya suatu negeri tergantuk dari baik dan bobroknya AKHLAQ Bangsa dan Umat didalamnya. SELAMAT TAHUN BARU SAUDARA-SAUDARAKU YANG SEIMAN DAN SEPERJUANGAN SEMOGA KITA PANJANG UMUR DAN MANFAAT. AMIN.+-

AVG AND AVB DI USIA PERKEMBANGAN


Melihat dan memperhatikan Dunia kaum muda dan Mudi sungguh sangat memilukan OrTu. Kenapa demikian?? Coba lihat mereka keluyuran di malam hari berpasangan yang bukan mukrimnya berpesta ria menikmati gemerlapnya dan dinginnya malam, tanpa mau belajar tentang pelajarannya di rumah, pagi hari ngorok tak bangun sholat shubuh, bangun langsung berangkat kesekolah itupun kalau masih ingat jalannya menuju sekolah. Tidak sedikit yang datang kesekolah hanya mampir lalu lewat begitu saja atau kalau terpaksa masuk kelas lalu tidur, tak memperhatikan guru mengajar, aduh bagaimana generasi modern ini akan menggantikan generasi bangsa nanti, atau generasi jahilyah yang sarat dengan kebodohan Iman dan takwa ini akan eksis ditengah tengah anak anak kita nanti ? Nampaknya mereka telah tercemar dengan berbagai VIRUS Kejahiliyaan di lingkungannya, mulai dari rumah , teman sejawat, dan lingkungan tekhnologi yang disalah artikan Virus Virus sudah mengadopsi didalam dirinya bagaikan sel-sel darah putih yang yang dengan rakusnya menghabisi sel-sel darah merah ditubuhnya. Oleh karena itu para Orang Tua Dan para Pendidik alias Guru mulailah untuk menannamkan AVG dan AVB pada putra-putrinya dirumah maupun disekolah selain memberikan Tauladan didepan mereka. Apa itu AVG dan AVB ? AVG (Anti Virus Girls) AVB (Anti Virus Boys). antara Lain: 
1. Ajarkan dan ajaklah mereka Shalat Fardhu yang benar dan Khusyuk, Karena dengan shalat yang istiqomah dan tertib waktunya akan mencerminkan dan membentuk pribadi mencegah kemungkaran, 2. Biasakan melaksanakan Shalat TAHAJUD, karena dengan menegakkan tahajut yang Istiqomah dapat membentengi diri dari segala bentuk VIRUS Jahat yang akan masuk pada dirinya karena secara kejiwaan akan membentuk Jiwa yang tenang dan penuh dengan hikmah tentang kecerdasan Iman, Yang terakhir, 3. Biasakan berpuasa hari SENIN dan KAMIS atau kalau mampu berpuasa NABI DAUD. Dengan berpuasa segala bentuk stimuli pengaruh jahat baik yang diketahui maupun tidak diketahui dari luar akan netral dengan sendirinya. sebagaimana pernyataan Nabi Muhammad saw, bahwa peperangan yang lebih hebat dari perang badar adalah perang melawan hawa nafsu. selain itu ada virus kegemerlapan Duniawi yang paling banyak menjerumuskan kaum mudah kita, maka Anti Virus Kezuhudan yang harus kita pasang pada diri anak anak kita sejak dini dengan kesederhanaan hidup sehari hari insyaallah generasi kita akan selamat Dunia Akhirat. Allahualam bisawab, dan semoga Allah selalu melindungi dan membimbing kita semua Amin.

KARAKTER BANGSA TERCERMIN PADA PEMIMPINNYA

Bangsa adalah sekelompok umat yang tinggal di sebuah negara, yang didalamnya terdapat sebuah tatanan pemerintahan yang dipimpin oleh seorang presiden, raja, perdana menteri, dan sejenisnya. Bangsa Indonesia yang semula  telah dipimpin oleh para raja, setelah pemerintahan Kolonial maka lahirlah sebuah negara Indonesia yang di pimpin oleh seorang kepala negara yaitu Presiden. Sejarah Indonesia cukup panjang untuk ditelaah, bila kita berbicara tentang Karakter bangsa.
            Dalam sistem pemerintahan kerajaan seorang raja menempati singgasana karena garis keturunan bangsawan atau maharaja, yang memiliki berbagai kelebihan diri, misalnya ilmu pemerintahan dan ilmu kanuragan (bela diri) yang disebut kesaktian, atau titisan yang maha kuasa(sebelum masuknya Islam). Karakter bangsa pada saat itu yaitu kepatuhan pada raja, dan dipastikan anak raja (Pangeran) akan menjadi raja menggantikan ayahanda nya bila sudah wafat. Budaya Nepotisme sangat melekat pada saat itu.Rakyat sangat patuh dan mengagungkan rajanya, sehingga semua “Kata” raja adalah hukum dan undang undang, bahkan  Upeti yang diminta oleh raja dengan senang hati diberikan itulah ciri-ciri  dalam Islam di sebut “sami’na  wa to’na pada ulil amri”. Selanjutnya pada jaman Penjajahan (Kolonialisme)  dalam hal ini Belanda 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun yang telah berhasil menamamkan dan mengubah karakter bangsa Indonesia yang terkenal dengan budaya Timur, yang lugu, jujur, dan patuh, sementara orang Barat (Eropa) mengkoyak - koyak Kepribadian serta Karakter bangsa Indonesia semata - mata untuk mengusai dan mengekploitasi kekayaan hasil bumi  Indonesia. Belanda telah memecah bela bangsa dengan membedakan antara kaum bangsawan dengan rakyat jelatah, dalam kesempatan pendidikan membuat rakyat Indonesia bodoh karena tidak dapat mengenyam bangku sekolah.
            Sedangkan pendekatan kepada para bangsawan Belanda membebaskan bangsawan dan rakyat untuk selalu bersenang-senang dengan “tayuban” atau tarian tradisional yang disediakan perempuan-perempuan penghibur yang cantik dan diiringi dengan gamelan sambil meminum minuman keras, sehingga mereka bermabuk-mabukan itu dianggap biasa. Dengan cara itulah Kolonialisme  mengintegrasi dan menambahkan budaya mereka masuk ke negeri ini. Bangsa semakin jauh dari Allah swt, mereka lupa bahkan tidak menyadari dan tidak mengerti tipu daya para kolonial yang menguras hasil bumi negeri dibawa ke negara mereka.  
            Belanda mengangkat dan menunjuk seorang Bupati dengan pendekatan Kolusi dan Intimidasi mereka menyuap dan memfasilitasi segala kepentingan Bupati yang harus taat pada pemerintahannya agar dapat mengatur rakyatnya untuk tunduk pada Belanda, inilah sebuah kesempatan para Bupati untuk merampas kekayaan rakyat yang dengan dalih Upeti atau Pajak, baik secara terang terangan atau sembunyi sembunyi yang saat ini di sebut Korupsi. Hukum yang berlaku pun telah diproduksi untuk menindas rakyat Indonesia, hingga sekarang produk hukum Belanda masih dipergunakan oleh bangsa Indonesia.  Cukup lama bangsa ini telah belajar banyak tentang KKN yang tidak disadari pasti menyengsarakan umat, budaya bangsa yang lugu, jujur, serta taat telah terkikis musnah yang sangat melekat menjadi budaya anak-anak bangsa. Begitu anak-anak bangsa telah sadar, maka berusaha untuk melepaskan diri dari pemerintahan Kolonial, muncullah pemerintahan  ORDE LAMA yang dipimpin oleh orang orang Intelektual, yang pada saat itu Ir. Soekarno dan Dr. M. Hatta menjadi Presiden dan wakil presiden, dengan menyadarkan rakyat Indonesia untuk kembali ke karakter bangsa berbudaya TIMUR makaterbentuklah sebuah Negara yang Mandiri dengan kekuatan sendiri, melalui Gotong Royong adalah sarana untuk membangun sebuah negeri dan mengelola kekayaan Indonesia yang sarat dengan harta baik di laut, dan bumi Indonesia, Budaya KKN nampaknya akan terkikis karena dengan menanamkan pemerintahan sistem Kolektif-Kolegial (Gotong Royong) Indonesia akan lebih baik dan makmur. Tak lama kemudian , sistem politik pada saat itu sangat rentan dengan perebutan kekuasaan, dengan menghalalkan segala cara untuk penggulingan kekuasaan, karena Fitnah. rakyat Indonesia kehilangan jati dirinya.
                       
Pemerintahan ORDE BARU adalah pemerintahan yang semula seolah olah mensejahterakan rakyat, ternyata 25-30 tahun tak terasa telah menumbuh subur kan KKN yang telah diajarkan oleh Belanda saat itu, hanya saja konteknya pemerintahan ini adalah sebuah negara yang menjajah bangsanya sendiri, karakter anak anak bangsa telah melekat budaya KKN, dari cara cara penyelenggaraan PEMILU untuk memilih Presiden membeli suara rakyat tidaklah tabu dan bukan menjadi rahasia umum.  Dengan cara inilah cara bangsa Indonesia mendudukkan Presiden di singgasana nya, begitu sebaliknya cara memimpin pun juga persis apa yang dilakukan oleh pemerintah Kolonial saat itu , kekayaan bumi indonesia telah di eksploitasi untuk kepentingan pribadi dan golongan, contohnya menjual hasil bumi Indonesia kepada pihak luar dengan dalih karena Indonesia tidak memiliki SDM dan peralatan yang canggih untuk menggali dan mengolah sumber daya alam Indonesia yang ada, rakyat hanya sebagai penonton, dan menjadi buruh di negerinya sendiri dengan upah yang murah dan pas-pasan, sehingga tingkat kemiskinan semakin tinggi sampai akhir masa pemerintahan ke 30 tahun. Yang ditandai dengan peristiwa Krisis Moneter tahun 1998.  Lalu kemana Karakter Bangsa ini hilang?, semua itu karena nafsu keserakahan seorang ulil amri yang tidak Amanah atas kepemimpinan nya.
            Masa krisis moneter berdampak kepada rakyat Indonesia sangat menyengsarakan sehingga kepala pemerintahan atau presiden dituntut rakyat untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dari sinilah sebenarnya sejarah Indonesia baru bangkit yang dikenal dengan masa REFORMASI yang dipimpin oleh seorang tokoh reformasi yang pemberani dan intelektual nya tidak diragukan lagi yaitu Prof. Dr. Amin Rais, MA. Namun sangat di sayangkan beliau telah dihadang dari berbagai penjuruh agar tidak bisa tampil sebagai orang nomor satu di Indonesia yaitu tak terpilih menjadi Presiden Indonesia. Ini semua karena KKN yang sangat mendarah daging tumbuh didalam diri masing-masing rakyat Indonesia, politik hitam, politik uang, politik fitnah, dan semua bentuk karakter telah dikerahkan untuk menghadang agar Sang begawan tidak menjadi Presiden,dan berhasil lah golongan ini menampilkan sosok pilihannya dengan dalih reformasi, sang begawan duduk sebagai orang tertinggi pembuat keputusan yaitu MPR telah berhasil menelorkan aturan dan undang-undang untuk mengebiri KKN yang seharusnya diamanatkan kepada sang Presiden yang terpilih, tetapi sampai saat ini sang Presiden tidak mampu untuk membawa roda Reformasi yang sesungguhnya untuk Indonesia yang diharapkan menjadi Indonesia baru yang bebas dari praktek– praktek KKN agar bangsa dan negara Indonesia terbebas dari keterpurukan.
            Dengan situasi yang tidak menentu nampaknya bangsa ini sedang sakit, lantas apa yang harus dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini; 1). Mampukah Bangsa Indonesia mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN dengan memilih kepala pemerintahan dan  kepala negara yang berkarakter jujur, amanah,Fathonah, dan tabliq? 2). Maukah Bangsa Indonesia bertaubat untuk membebaskan diri dari segala bentuk Ke-Syirik-an dan menegakkan Amar makruf  Nahi Mungkar?Kalau benar bangsa ini ingin sembuh dengan suatu percepatan yang lebih baik maka mulai sekarang pertanyaan tersebut harus dijawab dengan BUKTI dan TINDAKAN NYATA bukan jawaban lesan dan argumentasi yang sarat dengan alibi atau alasan,sebagaimana dinyatakan  oleh orang bijak,yaitu: “Orang pandai berbicara, tetapi Orang cerdas mengerti apa yang harus dilakukan atau di amalkan secara nyata, sedangkan Orang biasa sami’na wa  ato’na”
            Bangsa Indonesia seharusnya menyadari bahwa melalui perubahan Kurikulum sekolah yang sebenarnya harus dilengkapi dengan sebuah Pendidikan Keluarga di rumah untuk sebuah karya besar menuju bangsa yang besar itu mulailah dari Diri sendiri, Masyarakat termasuk dunia Pendidikan, Pemerintahan, serta Presiden dari lingkup terkecil sebuah Keluarga dilingkungan rumah, agar pendidikan itu tertanam karakter – karakter tersebut di atas. Karena apapun yang dilakukan dengan berbagai diskusi tentang persoalan bangsa yang sangat parah sakitnya tidak akan segera sembuh hanya dengan perdebatan di media masa dan televisi, sementara kemaksiatan dan kemungkaran sudah meradang kemana-mana. Oleh karenanya bangsa yang sarat dengan KKN akan memilih seorang pimpinan yang KKN dan implikasinya menjadi Sistem pemerintahan yangberkarakter  KKN pula ini adalah satu paket.Maka bila ini tidak segera diobati tunggu lah saat kehancurannya. Melihat fenomena bangsa ini yang selalu mencari pembenar dari masing masing lapisan bangsa, Hukum dan penegak hukum sudah tidak ditaati oleh bangsanya, dan selalu berargumen maka berujung dengan berbagai bentuk demonstrasi dengan mengklaim dirinya membela rakyat serta menyuarakan suara rakyat yang tidak jelas, nampaknya seperti bangsa bar-bar yaitu bangsa yang bodoh dan mengalami kemunduran sebagaimana bangsa jahiliyah,  terus bagaimana negara yang kita cintai ini?

Penulis: Ketua DPC PAN SIMOKERTO

ISLAMIC VISION FOR THE PRESIDENT ELLECTED TO MAKE BETTER NATION OF INDONESIA

Islamic concept for the Biggest population Moslems in Indonesia is the Fix- Price:
I.   Basic concept of "Sunatullah and Science"
II.   Basic consept of " Dienullah for the guiding on man's way of life given by Allah SWT as the Creator 
      of  Universe, through a Muhammad as prophet include solution on the fields:
A.   Personal matters
B.   Family Problems
C.   National till International management:
     1.  Development of  Islamic Law Field
     2.  Development of  Politics Islamic Democracy Field
     3.  Development of  Islamic Economics Field
     4.  Development of  Modern Islamics  Education Field
     5.  Development of  public Health field 
     6.  Development of  Military Power field
     7.  Development of  islamic Way of daily life for the People
The New paradigm of  New Indonesia Government means to make better for the nation soon, because all must know that to save the nation and country only by applying Allah swt role and if we are late to correct and realize the human man doing, Indonesia will be our memory.  In Holi Qur'an Allah guide how to manage the world, Specially the strategy related to guide Science for dimention of human life social political and Religious teachings is the power of it. As description of the statements above, as follows:
1.    Development of  Islamic Law Field
       - Islamic Law is the higest law from Allah swt, No  desrimination between the people. all must honarable 
         each other. All people do their duties in peacefull and saveness.  
2.    Development of  Politics Islamic Democracy Field
       - In Politic Islamic there is no bad competation among the participants
       - In Politic Islamic uses  Qur'an  and hadist as an indicator to creat the rules wisely
3.   Development of  Islamic Economics Field
      - Omit the Convention Banking in Indonesia and hold Syari'ah Banking in Indonesia.
      - No Riba and Hold Zakat in Indonesia
      - Open the Holi Qur'an,  Arum: 39, An nisa': 161, Ali Imron : 130, Al Baqorah : 275-280 are basic 
        of Islamics economics.
4.   Development of  Modern Islamics  Education Field
      - Scientific material and Islamic teachingshould be the strengthen in all school curricula.
      - Islamic teaching for the people before going to marry as a principle of social sociaty life, include: morality,         
        rituality, and spiritual activity based on the Qur'an and al hadist
      - Educate the environment people to creat the islamic surounding in peacefully and saveness
5.   Development of  public Health field 
      - priority in health services will be given to preventtion rather to curative specially of creating healthy environ
        ment for the peolpe.
      - Curative health services must be oriented to cure the diseases prevalence in polpulation.
      - creat the budget to control the expensive and sopishticated health technology
6.  Development of  Military Power field
     - Creat the power on military by completing a modern weapon and increasing the strategy in their field 
     - creat the professionally of military power by giving wealthfare economics    
     - There must be a strong political military to prevent and treaty among moslem countries in the world
     - There must be a bravery military to judge the law breakers who want to integrate indonesia regional.
     - Each nation must solve the terrorism within their own country. there should not be any so called pre-
       emptive strike to other country in the name of solving international terrorism because it is against 
       the sovereignty of other nation.
7.  Development of  islamic Way of daily life for the People 
    - Woman must be full responsibility for the generation by giving strong and good islamic education for creating 
      peaceful and saveness situation and condition.
    - Way of Daily Islamic life must be applied among moslems, non moslems,is not only national but also inter-
      national.
Democracy is not everything that every nation must follow. The important thing is to have a Nation in  goodtransparent government, stability, following the rules regulation, and no suppression in the process of leadership. Every nation may have her own historical and culture background that may distinguish from the Liberal Nation.  As Moslems the opinion on democracy is certainly very valuable and must be heard by those. Islamic Democracy is different from others who said democracy Liberalism. Democracy for all, but unfair for exploitation others by using everything ways to achive the purpose without Allah permission, it means 'Haram" to do it in the world of Allah swt. As a sugestion for the Moslems and specially Islamic Parties must be Unity to win the Competation on General Ellection in the year 2014 to creat a good leader of the Indonesia President, by condition: "Amanah, Shidiq, Fathona, and, tabliq". don't think for your selves but think of responsibility as  a moslem for holding Islam to guard the world as Allah swt said Kholifah in the world specially Indonesia Lovest.
    

KESESUAIAN ANTARA UCAPAN DAN PERBUATAN

KESESUAIAN ANTARA UCAPAN DAN PERBUATAN
(Oleh: Drs. Budi Setiyono)

“Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?  Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” ( Q.S. As-Shaf: 2-3)

Ayat tersebut di atas turun setelah perang Badar, Nabi Muhammad saw menceritakan pahala para pejuang atau syuhada perang Badar kepada para sahabat. Sahabat Nabi  ini  dengan semangatnya ingin maju dalam peperangan, dan berkeinginan untuk mencurahkan segala potensi serta kekuatannya.   Kemudian mereka diuji dalam perang Uhud dan sebagian besar sahabat tersebut lari dari medan perang, maka Allah mencela dengan ayat tersebut. Dalam riwayat lain diantara mereka ada yang menanyakan sangat ingin mengetahui suatu amalan yang sangat dicintai Allah, niscaya akan melakukannya. Lalu turunlah ayat Q.S. Ash-Shaff: 4: “ Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”
NILAI KEJUJURAN HATI DAN LISAN
Kejujuran hati dan lisan yang diikuti oleh perbuatan adalah amalan yang sangat tinggi nilainya dalam Islam. Karena dasar keimanan yang paling dalam sebagai landasan hidup setiap umat adalah kejujuran itu sendiri. Jadi seorang manusia yang menyatakan beriman mengatakan sesuatu untuk dirinya sendiri dan sebagai penyampai kebaikan untuk menjauhi larangan Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya tetapi dengan sengaja tidak melakukannya dan tidak ada kemauan untuk melakukannya, maka ia telah berdusta kepada Allah swt dan manusia termasuk dirinya sendiri.  Sebaliknya dihadapan Allah swt orang yang jujur akan memperoleh predikat yang sangat tinggi nilainya. Oleh karena itu ucapan yang merefleksikan kejujuran hati akan tercermin dan dapat dilihat dari perbuatan dan berdampak positif serta bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain.
Ayat tersebut di atas sebenarnya sangat tepat untuk mengingatkan diri kita dan khususnya dalam berdakwah hendaknya benar-benar menjaga lisan dan memikirkannya sebelum keluar dari hati yang berwujud ucapan ini, Bertanya tanya pada diri sendiri, apakah diri ini mampu melakukannya sebagaimana apa yang akan terucap dari mulut ini, atau apakah diri ini sudah melakukan kejahatan, kemaksyiatan, kedholiman, dan lainnya  sehingga terus dan ingin melakukannya  karena merasa nikmat  tentang semua itu, “Maha Suci Allah” yang lebih mengetahui isi hati dan perbuatan setiap hamba-Nya. Sebelum berucap   tanpa disadari banyak saudara saudara kita yang memperhatikan kekurangan, kelemahan, dan kejelekan dari saudara kita yang lain melalui  cara mengkritik, menegur, dan menyampaikan didepan umum yang sangat kerasnya dengan seolah olah  bergaya tabliq,  seolah olah dirinya paling bersih tanpa cacat, dan seolah olah merasa tak berdosa, dengan melalui bahasa tulisannya serta ucapannya adalah paling benar serta baik menurut pendapat dan penilaian dari sudut pandang dirinya sendiri.  Karena kesombongannya kebanyakan orang seperti ini akan terperosok kedalam neraka karena lisannya, dusta dalam berucap, tidak menepati janjinya, pandai bersembunyi dibalik lidahnya ini adalah ciri-ciri  orang munafiq, sebagaimana telah dinyatakan dalam HR Bukhari-Muslim: “ Tanda orang Munafiq itu ada tiga; Jika berbicara berdusta, Jika berjanji mengmungkiri, dan jika diamanati khianat”.
REFLEKSI KARAKTER KEJUJURAN UMAT
Refleksi sekitar  Kehidupan Masyarakat kita pun bila kita cermati mulai dari para komentator, pendidik, politikus, birokrat pemerintahan, juga  professional tanpa disadari banyak melakukan kedustaan untuk mencapai tujuan kepentingan pribadi sehingga perbuatan yang bertentangan dengan hati nuraninya dengan terpaksa atau disengaja adalah hal-hal yang dianggap remeh-temeh itu sudah menjadi pembiasaan prilaku dan membudaya disekitar kita. Orang-orang yang jujur dalam kurun waktu saat ini akan menjadi musuh terbesar bagi para pendusta. Sudah banyak penderitaan kaum muslimin yang jujur dan taat yang disebabkan oleh orang-orang munafiq yang banyak bicara tanpa menghadirkan hati nurani, banyak berjanji tapi tidak ada realitanya, pandai mengingatkan orang tapi dia tidak melakukannya, bahkan kemaksiatan yang diperbuatnya dianggap merupakan suatu kenikmatan hidup didunia ini, misal nya perbuatan perzinaan , korupsi, pembunuhan, pengeksploitasian lingkungan pekerjaan mumpung menempati posisi yang mapan dan kekayaan alam apabila kita fokuskan semua bentuk perbuatan dholim itu adalah  perusakan sosial lingkungan dimana dia tinggal dan bekerja , perusakan alam sekitar ini  yang bersumber pada kedustaan mereka, dan Allah swt telah mengingatkan dengan keras didalam Q.S. al-Baqarah: 204-407 yang artinya sebagai berikut: “ Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.  Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.  Dan apabila dikatakan kepadanya: "Bertakwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.  Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”
Cukuplah ayat tersebut diatas sebagai tanda pengingat serta menjadikan pelajaran bagi diri kita, para pemimpin,  guru,  mubaliq, politikus, birokrat pemerintahan, untuk tidak berkata serta berjanji kepada umat kecuali karena memang benar mampu merealiasikannya dalam bentuk perbuatan, agar menjadi teladan bagi umat manusia. Kesesuaian serta keserasian antara ucapan dan perbuatan membuat hidup nyaman dan bermanfaat bagi khalayak.

TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM ASPEK KEHIDUPAN MANUSIA

TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM ASPEK KEHIDUPAN MANUSIA
      
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.”(Q.S. 3:120)
Pendidikan  Islam memiliki cakupan yang sangat luas, hal ini karena Pendidikan Islam itu banyak memuat ajaran tentang tata hidup yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Maka dari itu  pendidikan  Islam merupakan pengajaran tata hidup yang berisi petunjuk – perintah dan larangan -  yang digunakan oleh manusia untuk  menjalani kehidupannya di dunia dengan sejahtera serta   menyiapkan kehidupan yang selamat  di akhirat nanti. Disamping itu, pendidikan Islam juga merupakan pendidikan manusia seutuhnya yang dapat membina seluruh aspek kehidupan baik jasmania maupun rohania, agar manusia dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam kehidupan pribadi, masyarakat atau lingkungannya, juga bagi bangsa dan negaranya.
Pedoman Ajaran Islam dalam Kehidupan Manusia
Dalam kehidupan manusia selalu ada proses yang harus dilalui, oleh karena itu pendidikan Islam harus mencakup beberapa hal sebagai pedoman, agar dapat berjalan dengan seimbang sesuai dengan capaian hasil yang sejalan dengan ajarannya, antara lain: 1. Hubungan manusia dengan Allah Swt.,2. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri, 3. Hubungan manusia dengan sesama manusia, 4. Hubungan manusia dengan makhluk lain (alam sekitar). Keempat rumusan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut dibawah ini:
Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan vertikal antara makhluk sebagai hamba dengan Khaliqnya yang merupakan prioritas utama  dalam pendidikan Islam. Dalam melaksanakan  hubungan ini seorang hamba harus benar-benar yakin  bahwa Allah yang menciptakannya, maka berserah diri kepada-Nya, dan selalu  bersyukur kepada-Nya atas berbagai  nikmat yang diberikan.adalah bentuk ketaatan seorang hamba. Dengan meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta, Maha Pengasih dan Penyayang, maka manusia harus banyak bersyukur kepada-Nya, seperti dengan selalu mengingat-Nya, malakukan shalat, puasa, zakat dan sebagainya. Dalam melakukan shalat dan berdo’a, seorang hamba harus melakukannya dengan cara sungguh-sungguh, segala pikiran dan perasan harus banar-banar terkonsentrasi kepada-Nya, Tidak  memikirkan yang lainnya, selain Allah semua yang ada itu kecil dan bukan apa-apa. Begitu juga ketika seorang hamba sedang berdo’a harus dengan sungguh-sungguh dan penuh harap agar permohonan yang dimintanya  dikabulkan. Setelah melakukan do’a dan berikhtiar, seorang hamba harus juga berserah diri kepada-Nya karena memang hanya kepada-Nya lah segala urusan dikembalikan.  Sedangkan  yang menjadi inti dari hubungan antara manusia dengan Allah yaitu seorang hamba harus bertaqwa kepada-Nya dengan sebenar-benar taqwa, dengan cara melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhkan segala larangan-Nya. Dengan melakukan taqwa maka  jiwa dan batinnya akan merasa tentram.
Hubungan manusia dengan dirinya sendiri atau Interpersonal adalah hubungan manusia sebagai makhluk individual yang membutuhkan perhatian bagi dirinya seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan rasa aman. Dengan melakukan hubungan ini manusia sebagai makhluk individual harus benar-benar memperhatikan akan kebutuhan dirinya sendiri. Kebutuhan akan kesehatan misalnya, agar kebutuhan ini terpenuhi maka dia harus menjaga kesehatan dirinya, misalnya dengan banyak berolah raga, tidak meminum-minuman keras, tidak memakai obat-obatan terlarang seperti narkoba, dan lain-lain, tidak melakukan perzinahan, tidak terlalu banyak nongkrong dan sebagainya. Landasan berfikir  yang mendasari hal tersebut,  dikarenakan bahwa seluruh anggota tubuh kita mempunyai hak untuk dilindungi  dan dipelihara agar tetap menjadi sehat. contohnya mata kita mempunyai hak, maka dari itu harus dimanfaatkan dengan sebaik baiknya, perut kita juga punya hak, maka perlu untuk memenuhi  hak-haknya dengan cara memakan makanan yang halal dan  baik,  otak kitapun harus kita jaga , dari  kerusakan pada sel-sel atau saraf-sarafnya untuk tidak   mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan mengotorinya dengan berfikir yang merencanakan kejahatan dan seterusnya.  Selain menjaga kesehatan fisik, manusia juga harus menjaga kesehatan jiwanya, misalnya dengan  banyak melakukan ibadah kepada Allah dan selalu mengingatnya,

Hubungan manusia dengan sesama manusia merupakan  hubungan horizontal dalam kehidupan bermasyarakat. Pada hakikatnya manusia itu saling membutuhkan antara yang satu dengan  lainnya, maka bisa dipastikan bahwa manusia tidak akan “bisa hidup” tanpa orang lain. Oleh karena itu  dalam hal hubungan manusia dengan sesama ,Ajaran  Islam sangat menganjurkan adanya sikap saling tolong menolong, saling menasehati tentang hak dengan  kesabaran, kesetiakawanan sosial, egaliter, dan tenggang rasa kebersamaan. Ketinggian derajat manusia dalam pandangan Islam bukan ditentukan oleh nenek moyangnya, warna kulitnya, dan bahasanya, akan tetapi ditentukan oleh ketaqwaannya yang ditunjukan oleh prestasi kerjanya yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Sebagai contohnya dalam hal tersebut  dapat kita jumpai dari beberapa hadits Rasulullah yang banyak berpesan agar selalu memperhatikan tetangga yang ada di sebelah, jangan kenyang sendiri sementara tetangganya menderita kelaparan, jangan mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar  atau selalu mencela yang membuat orang lain merasa tersinggung, hendaklah setiap orang itu menyambung dan mempererat  tali silaturrahim, memuliakan tamu yang berkunjung ke rumah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Menurut penelitiaan yang dilakukan Jalaludin Rahmat yang dikutip Abuddin Nata, Islam ternyata agama yang menekankan urusan muamalah lebih besar daripada urusan ibadah. Islam ternyata banyak memperhatikan aspek kehidupan sosial daripada aspek kehidupan ritual. Islam adalah agama yang menjadikan seluruh bumi ini masjid, tempat mengabdi kepada Allah. Muamalah jauh lebih luas daripada ibadah (dalam arti khusus). Hal demikian dapat kita lihat misalnya bila urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan sosial yang penting, maka ibadah boleh diperpendek atau ditangguhkan (diqashar atau dijama’ dan bukan ditinggalkan). Dalam hadits Rasulullah mengingatkan imam supaya memperpendek bacaan shalatnya bila di tengah jama’ah ada yang sakit, orang lemah atau orang tua.
Selanjutnya Islam juga menilai bahwa ibadah yang dilakukan secara berjamaah atau bersama-sama dengan orang lain nilainya lebih tinggi daripada shalat yang dilakukan secara perorangan dengan perbandingan 27 derajat. Islam juga menilai jika urusan muamalah seorang hamba tidak baik maka urusan ibadahnya pun masih belum diterima, misalnya orang yang berbuat zalim tidak akan hilang dosanya meskipun dengan membaca zikir seribu kali, dan bahkan dari beberapa keterangan bahwa ibadah ritual tidak diterima bila pelakunya melanggar norma-norma muamalah.
Hubungan manusia dengan alam dan lingkungan sekitarnya (ekosistem) merupakan hubungan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi yang tugasnya adalah untuk mengatur, memanfaatkan, mengolah atau mengelola alam dan lingkungan secara optimal serta  benar. Dengan melakukan hal seperti ini seseorang bisa dikatakan telah cinta kepada tanah air, cinta  tanah air tidak akan melakukan hal-hal yang sifatnya bisa merusak tanah airnya atau negaranya, seperti malakukan penebangan hutan secara liar (ilegal logging) karena bisa menyebabkan erosi dan banjir, tidak melakukan pemburuan terhadap satwa-satwa, tidak melakukan pertambangan liar secara membabi buta, tidak melakukan eksploitasi alam secara berlebihan, tidak  melakukan pencemaran terhadap lingkungan dan sebagainya.
Mencintai  tanah air merupakan sebagian dari iman seseorang (hub al-wathan min al-iman). Hal ini juga bisa kita cermati dari suatu riwayat yang mengisahkan ketika nabi ingin meninggalkan kota Mekah dan berhijrah ke Madinah, beliau berucap “demi Allah sesungguhnya engkau adalah bumi yang aku cintai, seandainya bukan karena orang yang tinggal di sini mengusirku, niscaya aku tidak akan meninggalkanmu” (H. R. Tirmidzi).  Mencintai bangsa dan negara juga merupakan ciri ciri orang yang beriman, semisal, apabila kita diberi amanat hendaknya tidak menyalahgunakan jabatan, tidak korupsi, dan kolusi, bertindak sewenang-wenang dll. Sebaliknya yang harus dilakukan adalah berfikir cerdas dan bekerja dengan ikhlas untuk mencapai tujuan perubahan yang lebih baik. Kita harus memelihara dan mempertahankan tanah air tumpah darah ini  dan jangan melakukan  kerusakan lingkungan  yang bisa membuat kerusakan dan kesengsaraan berbagai makhluk hidup.
Dengan melihat tujuan dari rumusan tersebut maka  tampak semakin jelas bahwa tujuan pendidikan Islam bukan saja diarahkan menjadi manusia dalam bentuk mengamalkan ajaran beragama dan berakhlak mulia, melainkan juga mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya terutama aspek fisik, psikis, intelektual, kepribadian, dan sosial sesuai dengan tuntutan kehidupan, kemajuan ilmu dan budaya, perkembangan masyarakat serta harapan ajaran Islam itu sendiri, terutama dalam membentuk manusia agar  mampu menunaikan tugas sebagai khalifah dan insan yang mengabdi kepada Allah SWT.  Dengan ungkapan lain dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan Islam yang utama itu adalah mewujudkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, sehingga mampu menunaikan tugas dan kewajibannya selaku makhluk Allah, kemudian mampu menjalankan dan membangun tugas-tugas kemasyarakatan, kebangsaan, keagamaan secara bersama-sama membangun peradaban Islam, dan tugas-tugas dalam membangun kehidupan bersama secara keseluruhan dengan sebaik-baiknya di permukaan bumi ini sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan menurut al-Qur’an dan al-Sunnah.

Penulis:  Drs.  Budi Setiyono
Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Simokerto

VISI KEIMANAN SEORANG MUSLIM

VISI KEIMANAN SEORANG MUSLIM
(Oleh: Drs. Budi Setiyono)

  Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka"( Q.S. : Al-Baqarah : 201 ) Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.

Umat Islam dalam pandangan hidup keseharian banyak hal yang menjadi  pemikiran kita semua . Secara umum mereka hidup semata mata hanya untuk duniawi. Mereka berlomba – lomba mencari posisi, harta benda dengan segala macam upaya.  Dalam pemikiran awam bahwa kenyamanan hidup didunia merupakan segala galanya, sehingga apapun yang diupayakan mereka selalu berdalih untuk menghidupi anak dan istri tercinta agar tidak terlunta lunta karena terhimpit kesulitan hidup.  Mereka senang hidup bermewah-mewah
dengan berebut  jabatan atas dalih demokrasi, saling fitnah dan saling serang dalam demonstrasi hanya untuk membelah dan mendukung seseorang yang dijagokan untuk menjadi pemimpinnya itu menjadi hal yang biasa.
 Disisi lain para  pengemban amanah telah mengalami ujian yang berat , misalnya baru baru ini di negara tercinta ini  silih berganti mengalami persoalan persoalan yang sangat membelit   antara penegak keadilan, dan penjaga hukum saling membuka aib didalam lembaga tersebut, antar personil saling tuding siapa pelaku suap, dan korupsi yang sebenarnya. Sampai sampai muncul istilah pertarungan cicak dan kadal yang diekspos dalam media cetak dan televisi, sehingga pemegang kuasalah  yang mampu menjerat  cicak. Seperti itukah figur para pemimpin kita ? Mereka itu adalah umat Islam dan mengaku beragama  Islam, mereka shalat, dan menunaikan  zakat, bahkan haji berkali kali mungkin, lalu apa  sebenarnya yang menjadi visi keimanan seorang muslim, apabila kita melihat fenomena misi mereka seperti ini ?.

TUJUAN  HIDUP
Pertanyaan tersebut telah mengusik fikiran dan hati seorang muslim dan juga.  Kapan dan bagaimana kita mensucikan diri, bila gaya hidup mewah yang memabukkan kita kepada mengingat Allah itu selalu membelit otak dan gengsi didunia ini ? Kehidupan  yang bagaimana yang seharusnya  diamalkan oleh kebanyakan umat Islam di negara ini ?  Sementara budaya mayarakat dan generasi kita pola berfikirnya sudah terkontaminasi dengan gaya hidup mewah dan moderat. semisal bila kita datang menghadiri undangan pesta pejabat atau orang kaya terpaksa harus menyesuaikan cara berpakaian dan cara berpenampilan agar yang diundang ini dihormati dan disambut sebagai layaknya para pejabat yang lainnya. penampilan fisik yang meyakinkan dan menarik merupakan segala galanya.
Dengan  berpenampilan seperti yang saya paparkan sebagaimana tersebut di atas, itulah gambaran hidup dan kualitas sebagian umat Islam yang taqlid pada kehidupan dunia yang seolah olah menyenangkan namun  sebenarnya tipu daya kehidupan dunia yang sangat menyesatkan kita semua. Dengan contoh nyata karena memburu duniawi semata maka  teman akan berubah menjadi musuh , karena uang,  harta, dan jabatan  telah menjadi tuhan mereka. Sehingga mereka bisa berbuat semena mena. Menolong dan membantu fakir miskin dengan seolah olah melaksanakan perintah  Allah yang disebut  Zakat.  Mereka telah  mengemas nya  dan mengekspos diri untuk mendistribusikan  infaq dan zakat denganmengundang     fakir miskin kerumahnya,     sehingga  berbondong bondonglah  umat datang dan terinjak injak tanpa mengindakan nyawanya yang akhirnya melayang untuk sebuah zakat,  Dan setelah shalat ataupun dalam akhir  acara tak lupa sebagian banyak umat Islam selalu berdo’a dengan bacaan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqorah: 201 yang artinya : ”Ya Tuhan kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”  Tanpa disadari  ucapan do’a yang sehari hari dibaca apakah sudah tercermin dalam prilaku kehidupan keseharian atau mungkin kurang memahami tentang apa makna terdalam tentang Kebaikan itu.

KEBAIKAN DI DUNIA
            Kita jangan sampai tertipu dengan suatu perbuatan yang disebut “Kebaikan” dalam kacamata iman perbuatan kebaikan itu adalah “Baik menurut ukuran manusia belum tentu baik menurut ukuran Allah SWT. Sebaliknya Baik menurut ukuran Allah itu pasti baik bagi manusia” kenapa demikian ? Allah adalah sang Pencipta jagat raya beserta  isinya termasuk makhluk  yang bernama manusia.
Dalam penciptaan manusia pertama yang bernama Adam, Allah menciptakan manusia itu  dalam bentuk  sebaik baik umat. Namun tipu daya duniawi telah memperdaya umat manusia, sehingga setiap perbuatan baik selalu ditafsirkan sesuai dengan keinginan nafsunya.   gaya hidup itulah yang telah mempengaruhi dan mendominasi penampilannya didunia. Kebaikan didunia yang sebenar benarnya banyak diharapkan oleh   umat Islam yang beriman.  Ketika bermunajad kepada Allah ketenangan dan ketentraman hidup yang  menjadi impian dan harapan dalam hati serta  jiwanya nampak bersinar dalam semangat hidup keseharian juga selalu berfikir positif. Ketenangan dan ketentraman hidup  ketika kita memperoleh posisi atau jabatan itu adalah sebuah  amanah. kita laksanakan  dengan selalu  mohon petunjuk Allah , dan ketika kita memperoleh rezeki kita selalu mensyukuri nikmat itu dengan saling berbagi kepada saudara kita para dhuafa dan yang membutuhkan dengan harapan agar mereka juga ikut merasakan kebahagiaan di dunia ini.

KEBAIKAN DIAKHIRAT
            Akhirat adalah tempat kehidupan yang kekal bagi umat manusia yang kelak akan kembali menghadap Allah. Dalam pandangan mata orang yang cerdik dunia dan akhirat digambarkan dalam firman Allah Q.S. al-Ankabut(29) : 64 yang artinya “ Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan sendau gurau dan main-main. Dan sesungguhnya  akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau saja mereka mengetahui.”
Kebaikan diakhirat akan terwujud apabila keimanan umat ini telah menyertainya ketika dia melakukan kebaikan didunia. Sebagai mana ungkapan yang sering kita dengar “ Carilah duniamu niscaya akhirat  akan  mengikutimu atau kau dapatkan”. pernyataan ini  banyak disalah tafsirkan oleh sebagian umat, mereka mencari duniawi semata , menumpuk harta benda tanpa peduli waktu waktu shalat , dan melupakan zakat karena takut hartanya akan berkurang.  Atau sebaliknya mereka duduk tafakur di dalam masjid tak henti hentinya mengerjakan shalat dan berdzikir kepada Allah hanya untuk memikirkan akhirat saja agar dapat masuk surga dengan pahala yang melimpah. Disisi lain ada umat yang senang berbuat baik, berinfaq, zakat, menolong orang kesulitan, dan tidak pernah mencela orang lain , secara sosial kemasyarakatan orang ini termasuk orang dermawan dan paling baik tetapi dia tidak pernah shalat. Kebaikan seperti apa yang diharapkan oleh figur umat tersebut di atas.  Insyaallah kebaikan diakhirat yang diharapkan oleh umat Islam yang beriman yaitu kenikmatan dan kebahagian ketika Ia berjumpa dengan Robnya. Perjumpaan dengan Tuhannya itulah sebuah kenikmatan dan kebahagiaan  bagi umat Islam yang beriman.

SIKSA NERAKA
            Setiap muslim pasti mendengar adanya siksa neraka, dalam pembahasan ini lebih terfokus pada rasa takut dan kawatir umat Islam yang taat dan beriman kepada Allah, bahwa didalam al-Qur’an banyak diterangkan tentang adanya hari pembalasan. Lain halnya para kreatifator film sinetron yang  menceritakan banyak hal tentang siksa neraka  sebagai media dakwah yang sangat menakutkan dan juga  menggambarkan tokoh yang meninggal dunia dengan mudahnya mengucapkan kalimat tahlil ketika sakaratul maut menjemput, dan katanya masuk surga. Seperti apakah siksa neraka itu .? ya semua itu kembali dalam amal kehidupan umat di dunia sebagai tolok ukur.   Barang siapa berbuat baik Allah akan membalasnya dengan surga dan bilamana manusia itu ingkar Allah juga akan membalasnya dengan siksa neraka.  Dalam Q.S. al-Mu’minun(23) : 99-100 menjelaskan suatu penyesalan umat yang  artinya sebagai berikut:  “ Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang shalih terhadap yang telah aku tinggalkan. “Sekali kali tidak.  Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja.  Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.
            Hikmah dari visi keimanan seorang muslim dapat ditarik 3 tujuan dan harapan hidup umat Islam yang beriman   kepada Allah tidak ada yang lain kecuali mohon kebaikan hidup didunia, kebaikan diakhirat, dan terpelihara dari siksa neraka. Selebihnya Allhu A’lam.
                        

MENYOAL SIDANG ISBATH DENGAN IPTEK

Menyaksikan Sidang Isbath dalam penentuan awal Ramadlan 1433 H pada 19 Juli 2012 yang diselenggarakan oleh kementerian Agama melibatkan organisasi-organisasi Islam selain MUHAMMADIYAH sangat menarik untuk dikaji. Kementerian Agama telah menyepakatkan bersama-sama peserta sidang bahwa Awal Ramadlan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012 dengan dalih karena tidak melihat hilal walaupun ada kelompok Al-Najat berhasil melihat hilal di Cakung Jakarta Utara yang terulang setiap tahunnya seperti tahun tahun sebelumnya dalam penentuan Idul Fitri, sehingga Muhammadiyah sebagai kelompok orang orang yang rendah hati , santun, dan cerdas  tidaklah perlu menghadiri sidang tersebut karena sudah tahu jawabannya. Anehnya sidang tersebut tanpa didasari dengan adu Argumentasi diantara para orang yang bersidang, mereka hanya menyatakan  kehadiran sebagai partisipan, terus menyepakatkan diri bersama-sama ulil amri, dalam hal ini Kementrian Agama RI. Sebagai Bangsa dan Bagian dari Negara, sebagai umat Islam yang sangat prihatin dan peduli, Saya menghimbau dan untuk lebih dewasa, bijak dalam berfikir menyikapi semua ini agar tidak terjadi perpecahan umat, khususnya umat Islam. Kita semua hendaknya bertanggung jawab atas sebuah Kebenaran, bukan pencitraan. Buat Warga Muhammadiyah dan Umat Islam yang lain hendaknya kita tetap berpegang dan kembali kepada Al-Qur'an dan Hadist bila melihat, mengetahui, dan terjadi perbedaan diantara kita. Buat MUHAMMADIYAH MOHON UNTUK SEGERA BERIJTIHAD dengan mengumpulkan para pakar Technologynya untuk membuat Sebuah TEROPONG BINTANG DAN BULAN DENGAN ENERGI INFRA MERAH ATAU YANG LAIN YANG LEBIH CANGGIH MERAH  untuk membutktikan bahwa methode Hisap dan Rukyat untuk melihat hilal tidak berbeda dan tidak ada penyimpangan.  Sebenarnya kalau kita menyadari pada Zaman Rasulullah kondisi Alam semesta selain masih bersih juga terang benderang sehingga mata telanjangpun mampu melihat bulan dengan jelas hanya awan yang menutupi dibagian- bagian disuatu tempat  tertentu,  yang pernah dilihat oleh seorang penggembala domba, juga orang kafirpun Nabi Muhammad saw, percaya dan menyuruh mengumumkannya kepada umat Islam seluruh daerah tersebut.  Nah,... kalau kita mencontoh Rasulullah Insyaallah di Indonesia tidak akan terjadi fenomena seperti itu, terlebih yang telah melihat Hilal itu Saudara kita yang telah di sumpah oleh Hakim dibawah  atas nama Allah swt, Saudaraku seiman cobalah perhatikan Alam Semesta ini, khususnya Alam sekitar kita saat ini, yang telah banyak PENCEMARAN dari berbagai unsur yang pasti udara dan langit Allah ini kotor oleh Partikel-partikel yang mau gak mau dipastikan dapat menutupi pandangan kita. AYO MUHAMMADIYAH SEGERA WUJUDKAN PEMIKIRAN KITA NISCAYA ALLAH SWT. AKAN MEMBERI PETUNJUK DAN MEMUDAHKANNYA UNTUK KEBESARAN ISLAM DAN KESATUAN UMAT ISLAM, SEMOGA.

SAINS DAN TEKNOLOGI JIWA DALAM MENCAPAI TAQWA

Hai orang-orang beriman, jika kamubertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan [Artinya: petunjuk yang dapat membedakanantara yang haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagaipertolongan.]. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, danmengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Q.S:8:29)


 Islam adalah  agama yang sangat sempurna dalam pandangan alQur’an, dan umat Islam  bila  mau mengikuti Al-Qur’an  itulah sebenarnya Akhlaq Rasulullah Muhammadsaw. Pada persoalan yang sangat mendasar sudah digariskan untuk mengikuti Perintah dan Larangan Allah. Karena Allahmemberikan Jaminan bahwa Al-Qur’an itu tidak ada keraguan sedikitpun, sebagaipetunjuk bagi siapapun yang bertaqwa (Q.S:2:2) sedangkan taqwa itu adalah suatuperbuatan yang paling Mulia. Oleh karenanya seruan bagi orang orang yang berimanhendaklah berbekal untuk mempelajari dan memahami Al Qur’an, yaitu bagi  orang orang yang berakal agar bertaqwakepada  Allah dengan sebenar benar taqwa.Orang yang bertaqwa sesuai dengan perintah Allah niscaya akan memperolehhidayah Al-Fuqaan. Sebagaimana pernyataan Allah didalam ayat yang telah sayasebut di awal tadi.
                Sebagai umat yangberiman kita semua ingin meniru Rasulullah, ingin menjadi Muttaqin dengansegala upaya serta usaha, ada yang mampu dan ada yang tidak mampumengupayakannya, Sulit dan Mudah lantas apa yang membuat semua itu sulit danapa yang membuat hal ini mudah? Pertanyaan inilah yang memgelitik didalam Qolbukita.  Secara  keilmuan tentang qolbu baru baru ini banyak di perbincangkan dilingkungan para pakartentang  letak qolbu yang berada didalam  kepala yaitu yang dikenal dengan “otak” , tidak lama lagi muncul   penemuan dari seorang pakar kejiwaanyang bernama:Prof. Muhammad Umar Salem,menyatakan  bahwa Qolbu ada di dalam Jantung ( The Brain in The Heart ) karenadidalam jantung terdapat beberapa jenis Neurons sebanyak 40.000 neurons yangdisebut sensory neurites, terdiri dari neuronstransmitters, proteins, dandukungan cells  (Armour,1991) yang samadengan  neurons dalam otak. Cara kerjanyaInformasi yang  dari jantung meliputiindra perasa (feeling sensations) yang di kirim ke otak, dimana merekamempengaruhi persepsi, mengambil keputusan, melalui system syaraf tak sadarmereka bekerja sendiri.  Sebuah contohkasus yang telah terjadi bahwa peristiwa heart transplant, yang mana pemilikjantung dulunya peminum alkohol ternyata orang yang mendapatkan jantung barubukan peminum menjadi peminum alcohol, yang lebih menarik lagi orang baru dioperasi heart transplant selalu menyebut sebuah nama, sehingga para professordan dokternya  heran, terdapat suatukeanehan pada diri orang tersebut, akhirnya Dokter tersebut mengundang Polisidan oleh polisi orang tersebut diinterogasi ternyata dia meninggal dunia karenaterbunuh, kemudian polisi tersebut berhasil menangkap pembunuh orang pemilikjantung tersebut.
Fenomena semacam ini yang menjadi persoalan  adalah masalah Jiwa, bukan letak qolbu itu diJantung atau di kepala, bukan membahas keberadaan secara  materi tentang  qolbu. Sesuai dengan topic Sains danTeknologi Jiwa dalam mencapai Taqwa. Makna dari istilah Sains adalah pengantarilmu pengetahuan untuk mengetahui, mengungkapkan sesuatu dengan cara cara yangjelas dipahami, sementara Teknologi adalah sarana, cara, jalan,  teknik, atau method agar memudahkan  seseorangmencapai tujuan. Taqwa artinya orang yang beriman dan taat kepada Allah untukmenjalankan perintah dan larangan-Nya dengan penuh kesadaran serta ikhlas.

SAINS DAN TEKNOLOGI JIWA
Masalah jiwa adalah masalah perasaan yang mampumerasakan sesuatu dan menyadari adanya realita diri, Lingkungannya dankeberadaan serta Peran Allah.  Secarahakekat Jiwa itu bebas dan tak terbatas, namun kebebasan dan tak terbatasnyaJiwa selalu cenderung memilih yang enakenak saja, selalu menghindari kesulitan dan tidak mau istiqomah artinyamudah berubah ubah karena sebuah kesulitan itu dianggapnya sebuah ancaman.Inilah yang disebut dengan masalah Pleasureprinciple  (Tuhibbunal malahubbanjamma) sebaliknya RealityPrinciple sebagai pembeda yaitu kesulitanitu adalah harga mati untuk memperoleh yang Haq sehingga istilah No pain No Gain , yang disebutkan dalamQS. 94:5   karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudahkesulitan itu ada kemudahan.
yaitu sebagai realita kesulitan dalam kehidupan ituadalah sebuah tantangan untuk memotiasi diri dalam mencari yang Haq. Biasanyaterjadi dialog bathin untuk memenangkan mau yang enak atau yang benar dandiridhoi Allah swt, terjadilah suatu konfliq jiwa, muncullah istilah (TNKTB) Tidak Nyaman Kalau Tidak Begitu. Sulitkeluar dari Zona Nyaman yang selalu terikat pada yang Enak walau Salah danmelanggar Aturan Allah.   Dan engganmenempuh jalan mendaki. Sebenarnya sulit itu hanya awalnya saja selanjutnyabila istiqomah akan mudah. 

MENCAPAI TAQWA
Dalam mencapai taqwa Manusia hendaknya selalumenggunakan akal sehatnya, karena tidak mudah seseorang mengatakan aku telahberiman, sebelum Allah mengujinya. Ujian itulah sebuah kesulitan yang harusdisadari melalui perlakuan diri masing masing pribadi. Dari segumpal dagingdalam diri  seseorang   terdapat dua pilihan, yaitu baik dan buruk,bilamana dominan yang buruk maka buruklah orang itu dan bilamana dominan yangbaik maka baiklah orang itu.  Sebagaibahan diskusi dan dapat digunakan untuk menganalisa serta mengatasi tentangkeberadaan jiwa kita dengan cara realistic objective yang proporsional, yaitumemilih jalan Pleasure Principle atau Reality principle. Mari kita lihat sebuahkasus maraknya prilaku Korupsi, apakah Realityprinciple dapat mengendalikanPleasurePrinciple? Dalam hal ini untuk mendapatkan rezeki bagi Pejabat, KepalaSekolah, dengan jalan gampang dapat diperoleh uang jutaan dan miliaran rupiahyang tidak lebih dari hitungan jam, menit, dan detik. Enak bukan, namun secararealita seorang tukang becak untuk mendapatkan uang sepuluh ribu rupiah diaharus mengayuh becaknya dengan bercucuran keringat, seorang guru yang jujuruntuk mendapatkan uang perjam pelajaran dua puluh sampai tiga puluh ribu rupiahdia harus belajar malam hari untuk mempersiapkan materi yang akan diajarkan.Contoh lain dalam beribadah puasa sementara semua umat Islam yang beriman pastiberpuasa sesuai tuntunan, dalam realityprinciple orang tersebut mencari tantangan untuk menahan diri dan tidakmudah menyerah walau merasa lapar dan haus dan selalu melakukan aktifitas yangterkait dengan nilai nilai akhlaq nabi serta istiqomah untuk mendapatkanpahala. Namun dalam Pleasure Principleada juga yang  hanya ikut shalat tarawisaja tanpa berpuasa, puasanya hanya pembuka dan penutup sampai satu bulan terusikut Shalat idul Fitri. Siapa yang berhak mendapatkan jiwa taqwa? Nah mudahmudahan  nasehat ini bermanfaat bagi dirisaya dan keluarga serta saudara saudara yang seiman.

Minggu, 02 September 2012

A GOOD TEACHER IS A GOOD ACTOR


Now days, Education makes us as a teacher confusing how to teach. It causes most of teachers and educated expertise r think about how to teach well. Most people think about teaching only not to educate the students so they don't know if the students understand or not when he or she teaches his or her  pupils. It can be the students feel bored or they talk to the others, and don't care on their teacher's explanation.
Some experts of education create  many kinds of method how to teach well and wish to get better result for their students understanding, some others think that the students can comprehend by using a suitable or appropriate method, for example: Communicative Teaching  Language, Role Play, Grammar Translation Method, etc. The teacher hold  a workshop, or practice teaching  only to look for  better strategy of teaching how to be a good teacher in front of the students. Depend on my opinion this is a simple thing, Clever teachers or Smart teachers must not always be a good teacher for the students, but Clever or Smart teachers must understand and comprehend the basic condition of the students on each classroom. they must know of each character of the students. By analyzing  of the condition and situation so we shall be able to  teach well. Lets see,  became a good teacher. you need some gifts of a good actor.  You must be able to hold attention.  You have to become a clear speaker with a pleasing loud and good voice. You must be able to act as an actor.  Watch a good teacher, you will see that he doesn't sit motionless in front of the class.  He stands the whole time he is teaching.  He walks about, uses his hands and his fingers for helping in his explanation, and his face expresses feelings.  Listen to him ! , you will listen the loudness, the quality and the rhythm of his voice that is always changing, according to what he is explaining.  In deed, that a good teacher must appear as a good actor does not mean, that he really acts well on a stage for there are some important differences, between teacher works and actor work.  A good teacher works in different ways than an actor.  His audiences take an important part in his plays. They ask and answer the questions.  They obey orders, and if they don't understand they say so.